LOADING

Type to search

Ini Dia Penjelasan Lengkap Menstrual Cup, Tampon, dan Pembalut Daur Ulang!

Ini Dia Penjelasan Lengkap Menstrual Cup, Tampon, dan Pembalut Daur Ulang!

Share

Kebanyakan wanita di Indonesia saat menstruasi pasti lebih familiar menggunakan pembalut.  Tapi sebenarnya selain pembalut, ada juga lho yang bisa digunakan ketika menstruasi, yaitu tampon, menstrual cup dan pembalut kain. Ketiganya memiliki fungsi yang sama untuk menyerap atau menahan darah haid. Hanya saja cara penggunaannya yang berbeda.

Diantara kesemuanya, kira-kira lebih baik menggunakan yang mana ya? Yuk simak pembahasannya!

1. Menstrual Cup

Menstrual cup atau disebut juga cawan menstruasi berfungsi menampung cairan darah yang keluar saat menstruasi. Memiliki bentuk seperti cup dan terbuat dari karet ataupun silikon. Cara menggunakan menstrual cup adalah posisikan diri kamu dengan cara duduk, jongkok, atau salah satu kaki diangkat ke atas, intinya buat posisi yang senyaman mungkin. Setelah itu, pegang ujung cangkir menstruasi ini, lalu lipat seperti bentuk huruf U. Kemudian masukkan ke dalam vagina secara perlahan.

Banyak hal yang harus diperhatikan ketika memakai menstrual cup ya. Pastikan untuk mencuci tangan dahulu sampai bersih sebelum memasukkan cup ke dalam vagina. Pastikan juga menstrual cup sudah bersih atau dalam keadaan steril saat akan digunakan.  Jangan membiarkan darah benar-benar tertahan sampai penuh lebih dari 12 jam, ganti dan cucilah cup jika dirasa sudah lembab dan tidak nyaman. Konsultasikan dengan dokter jika menggunakan menstrual cup tapi terasa sakit atau tidak nyaman.

2. Tampon

Sebagian orang mungkin sudah pernah mendengar tentang tampon. Penggunaannya sedikit sama dengan menstrual cup yaitu dimasukan ke dalam vagina. Bedanya adalah tampon menggunakan bantalan kapas yang memiliki daya serap untuk menyerap cairan menstruasi. Pemasangan tampon cukup sulit bagi orang yang memang belum terbiasa. Tapi ada juga tampon yang dilengkapi dengan aplikator dari plastik yang bisa membantu tampon masuk ke dalam vagina. 

Cara penggunaannya adalah posisikan diri kamu dengan cara jongkok atau salah satu kaki diangkat ke atas dan pastikan kamu rileks. Selanjutnya buka bibir vagina (labia) kamu dengan salah satu tangan. Sementara sebelahnya lagi memegang tampon. Posisikan ujung benang tampon ada di posisi bawah. Dorong tampon ke lubang vagina. Jangan lupa memastikan ujung benang tampon berada dalam posisinya yaitu menggantung di luar vagina.

3. Pembalut kain

Pembalut kain ini bentuknya seperti pembalut pada umumnya. Hanya saja pembalut ini bisa dicuci dan digunakan lagi. Cara penggunaannya sama dengan menggunakan pembalut biasanya. Karena ada wings di sisi kanan dan kirinya, pembalut ini dapat direkatkan ke pakaian dalam, atau bisa dikancingkan. Jadi tidak sulit sebenarnya jika menggunakan pembalut kain.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membeli dan memakai pembalut kain.

  • Pastikan pembalut kain dibersihkan secara higienis, agar tidak terkontaminasi dari bakteri maupun kuman. Serta seringlah mengganti dan membersihkan kain. Karena pada dasarnya darah adalah tempat atau media berkumpulnya kuman yang paling subur, jadi sebaiknya ganti pembalut setiap 3-4 jam sekali atau jika memang sulit terasa penuh maka segera menggantinya. Hal paling penting jika ingin menggunakan menstrual cup, tampon, atau pembalut kain intinya adalah menjaga kebersihannya. Karena jika tidak, hal yang biasa terjadi yang pertama adalah infeksi. Infeksi bisa terjadi karena misalnya saat menggunakan menstrual cup tangan tidak bersih atau adanya bakteri di tangan. 
  • Iritasi bisa terjadi karena saat menggunakan menstrual cup mungkin tidak menggunakan pelumas sehingga terasa sakit. Bisa juga karena ukuran menstrual cup yang digunakan tidak pas. Jika tidak terasa pas sebaiknya kamu tidak menggunakannya terlebih dahulu atau bisa konsultasikan ke dokter. 
  • Ada juga yang namanya  toxic shock syndrome (TSS). Saat menggunakan Menstrual Cup, Tampon dan Pembalut Kain dalam waktu yang lama atau tidak pernah diganti dapat menyebabkan penyakit yang disebut TSS. TSS sendiri disebabkan oleh infeksi dengan jenis bakteri tertentu salah satunya Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.  Biasanya, wanita yang sedang menstruasi dengan penggunaan tampon, paling sering terkena TSS. Karena bakteri yang ada secara alami di vagina, dapat tumbuh berlebihan di dalam tampon yang sudah menyerap darah. Gejala dari TSS biasanya muntah, demam tinggi, diare, nyeri otot, sakit tenggorokan, pusing, suka pingsan atau lemah, dan ruam berjamur. Sebaiknya kamu keluarkan tampon dan segera hubungi dokter. Tapi kita tetap bisa mencegah TSS terjadi, dengan cara selalu mengganti tampon setiap 4-8 jam atau sesering yang diperlukan.

Itu dia beberapa alat yang bisa dipakai untuk menahan darah haid ketika menstruasi. Menurut kalian lebih baik menggunakan apa? Yang terpenting, pakailah yang menurut kalian paling nyaman, serta  selalu menggantinya ketika sudah terasa banyak dan tetap menjaga kebersihannya.

 

Dapatkan informasi mengenai kesehatan tubuh dan kesehatan mental dengan sumber informasi yang dapat dipercaya di SKWAD Health!

Subscribe YouTube Channel SKWAD Health Sekarang!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *