LOADING

Type to search

Apa yang Terjadi Ketika Tubuh Kita Ketindihan (Sleep Paralysis)?

Fenomena Keseharian

Apa yang Terjadi Ketika Tubuh Kita Ketindihan (Sleep Paralysis)?

Share

Kalian pasti pernah mendengar orang ketindihan saat tidur. Banyak yang mengatakan, jika kita mengalami ketindihan itu tandanya kita sedang ditindih oleh setan, atau dirasuki badanya oleh setan, atau hal-hal mistik lainnya. Tapi kira-kira, jika pandangan dari segi medis benar tidak ya? Untuk menemukan jawabannya, simak ulasan di bawah ini ya!

Ketindihan, dalam dunia medis dikenal dengan kelumpuhan tidur, dalam Bahasa Inggris dikenal dengan sleep paralysis. Sleep paralysis merupakan kelumpuhan sementara untuk bergerak atau berbicara yang terjadi saat kamu bangun tidur. Sleep paralysis sendiri sebenarnya tidak berbahaya, namun bagi beberapa orang kelumpuhan tidur ini cukup menakutkan. Sebenarnya apa sih penyebab kita bisa mengalami kelumpuhan saat tidur? Simak di bawah ini ya!

Tapi sebelum itu, SKWAD HEALTH akan membahas mengenai tahapan tidur manusia terlebih dahulu. Tidur setidaknya memiliki lima tahapan, diantaranya:

  1. Tahap tidur ringan, pada tahap ini kita berada di transisi antara terjaga dan tidur. Otot kita pun mulai rileks. Pada tahap ini, kita masih mudah terbangun.
  2. Tahap ini terjadi sepanjang masa tidur dan mewakili 40-50% dari total waktu tidur. Pada tahap ini, gelombang otak mulai melambat dan pergerakan mata berhenti pada tahap ini.
  3. Gelombang otak sangat lambat atau gelombang delta mulai muncul. Tahap ini, kita sudah bisa disebut tidur nyenyak, di mana semua gerakan mata dan otot berhenti.
  4. Tahapan NREM, pada tahap ini tubuh mulai mengalami tidur pulas. Pada tahapan ini denyut jantung dan pernapasan melambat, menjadi semakin teratur, dan suhu menurun.
  5. Tahap REM, tahap ini adalah tahap terakhir pada tidur manusia. Pada tahap ini otak kita sudah membangun mimpi dengan jelas, sedangkan otot-otot tubuh dimatikan. Saat tidur, otot-otot tidak dapat bergerak sehingga orang tersebut tidak akan dapat melakukan mimpi dengan tubuh mereka. Saat terbangun sebelum tahap REM ini selesai, otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh masih dikondisikan dalam setengah tidur setengah sadar. Oleh karena itu, pada tahap ini kadang-kadang kamu akan merasakan tubuh kaku, sulit bernapas, tidak bisa berbicara, dan masih dalam pikiran yang mengawang.

Fenomena yang sering disebut dengan ketindihan ini memiliki beberapa penyebab. Diantaranya kurang tidur, bisa seperti susah tidur atau memang jam tidur kamu yang kurang, juga pola tidur yang berantakan, ini bisa saja terjadi bagi yang memiliki pekerjaan shift atau mungkin mengalami jet lag. Penyebab lainnya adalah tidur terlentang dan juga riwayat keluarga atau gen.

Kelumpuhan pada tidur adalah peristiwa yang terjadi sekali saja atau sangat jarang terjadi pada sebagian orang dan terjadi hanya sekitar 1 sampai 2 menit saja. Tapi dalam beberapa kasus, sleep paralysis ini dapat terjadi dalam jangka panjang dan menyebabkan seseorang tiba-tiba tidur di waktu yang tidak tepat yang dikenal dengan narkolepsi. Narkolepsi merupakan salah satu gangguan tidur berat dan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Lalu bagaimana cara mencegah agar kamu tidak mengalami sleep paralysis / ketindihan?

Jawabannya simple, mulailah mengatur pola tidur dan jam tidur yang cukup, ciptakan lingkungan atau tempat tidur senyaman mungkin, hindari makan sebelum tidur, olahraga teratur dan bacalah sesuatu yang menyenangkan untuk menghilangkan kecemasan yang berlebihan sebelum tidur.

Itu dia beberapa sedikit informasi mengenai ketindihan. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu yang pernah mengalami ketindihan saat tidur ya.

 

Dapatkan informasi mengenai kesehatan tubuh dan kesehatan mental dengan sumber informasi yang dapat dipercaya di SKWAD Health!

Subscribe YouTube Channel SKWAD Health Sekarang!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *